oleh

Kong Usman: Majayus Irone “ SI DOEL” Kota Bekasi

PILARREPUBLIK.COM –  Gala Premier Film Babe dari Leiden ke Bekasi telah dilakukan di Mega Mall XXI Bekasi pada Senin(28/1) dan berlangsung cukup meriah dan semarak dengan dihadiri dari Pejabat Pemkot Bekasi, kalangan politik, stakeholder, budayawan, seniman, para artis pendukung serta penonton dari berbagai kalangan.

Wakil Walikota Bekasi Tri Ardhianto yang berkesempatan hadir dan menyaksikan tayang perdana film Babe menyambut optimis dan bangga bahwa di kota Bekasi mulai tumbuh industri kreatif film oleh sineas asli Bekasi. Film Terima Kasih Cinta (2019) disusul dengan film Babe (2019) menjadi generasi penerus dari film Singa Karawang Bekasi (2002) yang sudah cukup lama diproduksi oleh film maker dari Bekasi. Bahkan Tri Ardhianto sempat memberikan yel yel ketika film berakhir, “Babe dari Leiden ke Bekasi. Bangga Bekasi” yang disambut dan diikuti riuh rendah oleh ratusan penonton yang memadati studio 7 tersebut.

Sementara Alie Fauzie selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyatakan perasaannya yang senang dan bangga karena dalam film yang berdurasi sekitar dua jam.

“Film BABE menyuguhkan  pesan edukasi dan pesan moral yang sangat bagus dari awal hingga akhir cerita,”Katanya.

Hal senada juga dilontarkan Ahmad Zarkasih, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bahwa perbedaan dan pembangunan tidak harus menggusur kearifan lokal. Justru perbedaan diharapkan mampu menyatukan.

Budayawan Betawi Ridwan Saidi berharap adanya perbaikan Mulok Bekasi sesuai dengan yang diharapkan dari film tersebut. Ridwan Saidi yang juga memerankan sebagai Sosok Babe berharap “Jangan ada lagi penyampaian sejarah semacam dongeng. Sampaikan semua sejarah berupa fakta, seperti dalam film Babe ini,”Jelasnya

Sementara itu, Usman Afandi mengatakan, saat ini Film BABE menjadi perbincangan masyarakat yang ingin segera menonton film tersebut pada tanggal 31 Januari mendatang. Namun tahukah anda siapakah sosok dibalik fenomena film Babe dari Leiden ke Bekasi? Dialah Majayus Irone (Aki Maja/Maja Yusirwan) lelaki bertangan dingin yang sudah menuliskan ide cemerlang berbentuk Novel Klasik berbahasa Bekasi Ora, “Semur Jengkol Cinta Made In Belanda” yang kemudian diangkat dalam sebuah film layar lebar. Aki Maja, lelaki tulen Bekasi ini biasa dipanggil, memang sudah menulis banyak sinetron dan film. Beberapa film yang lahir dari buah karyanya seperti film Harim Di Tanah Haram (2015), Film Sang Penakluk (2016). Dia juga seorang ASN  Pemkot Bekasi.

“Aki Maja ini memang luar biasa dan multi talenta. Kalo dalam skala nasional kita mengenal Rano Karno identik dengan Si Doel, barangkali dia bisa kita katakan sebagai “Rano” nya Kota Bekasi, atau “Hanung Bramantyo”, demikian H.Usman Affandi Budayawan Bekasi mengapresiasi.

Lebih lanjut, Budayawan Bekasi yang kerap disapa Kong Usman ini berharap, kedepannya budayawan seperti Aki Maja dapat bekerjsama dengan penggiat budaya seperti Rano Karno

“Karena memang tidak banyak anak Bekasi yang memiliki kemampuan menulis seperti dia. Saya berharapkan kedepannya, Aki Maja menularkan kemampuannya kepada anak-anak muda Bekasi, belajar menjadi film maker, karena Bekasi butuh industri  kreatif yang modern dan spketakuler. Apalagi jika dia bisa bekerjasama dengan Rano Karno dalam menggaraf film- film Betawi berkualitas”, pungkasnya Pria yang biasa disapa Kong Usman.

Sekedar informasi, Film Babe yang akan tayang secara serentak disemua bioskop XXI Kota Bekasi mulai 31 Januari 2019 diharapkan meraih sukses dan kehadiran masyarakat Bekasi untuk mencintai film buatan anak Bekasi sendiri.(MY}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.