oleh

Milad Hajatan Tritipan Dihadiri Ratusan Jawara

PILARREPUBLIK.COM –  Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (Milad) yang pertama  Paguyuban Tritipan dihadiri oleh ratusan jawara dari berbagai paguyuban perguruan silat yang menampilkan berbagai atraksi silat. Selain itu juga dihadiri oleh berbagai macam komunitas, ormas, tokoh politik, tokoh masyarakat serta aparatur dari Pemkot Bekasi. Sehingga acara milad terlihat sangat meriah.

Ketua panitia, Brader, mengatakan, acara milad tritipan yang pertama mengambil tema konsep “HAJATAN”.

“Untuk acara milad tritipan yang pertama ini kita konsep dengan tema hajatan. Karena temanya hajatan, maka disini juga ada pengantinnya, ada gantungan pisang bahkan untuk ID Card panitianya juga kita namakan Pengejeg,” ujarnya. (18/02/2019)

Lebih lanjut, Brader menambahkan, hajatan Paguyuban tritipan yang pertama mengundang seluruh Paguyuban atau perkumpulan penggiat budaya Betawi Bekasi yang ada di jatiasih.

“Yang kami undang sekitar 20 an paguyuban atau komunitas penggiat budaya Betawi yang ada di jatiasih. Penggiat budaya Betawi di Bekasi sangat banyak sekali, namun untuk saat ini terutama yang kami undang Paguyuban yang ada Dijatiasih saja yang tergabung dalam “Paketan budaya”. Kedepannya insya Allah kami undang seluruh Paguyuban yang ada di kota Bekasi. Saya berharap acara ini tidak sekedar seremonial saja tetapi saya ibaratkan acara ini seperti menanam pohon jati yang 10 tahun ke depan anak cucu kita merasakan manfaatnya”.jelas, Brader yang mengaku butuh satu bulan untuk persiapan acara milad tersebut.

Sementara itu, ketua paguyuban Tritipan, Baba Rete, dalam sambutannya mengungkap terima kasihnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mensupport acara milad pertama yang dipimpinnya.

“Saya ucapkan syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para guru, para ketua paguyuban, ketua komunitas, tokoh masyarakat dan aparatur, terutama para panitia yang telah bekerja keras sehingga acara milad ini berjalan sangat meriah. Tidak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada lurah Jatiasih yang telah memfasilitasi dan menyediakan tempat,”.Katanya dalam sambutannya.

Sementara itu, lurah Jatiasih, Sakum Nugraha, mengatakan, halaman kelurahan yang dipimpinnya merupakan milik warga Jatiasih. Dirinya mempersilahkan area tersebut digunakan untuk kegiatan warganya.

“Silahkan saja bagi warga yang ingin mengadakan kegiatan, asalkan tetap menjaganya, apalagi disini juga ada taman, jadi jangan sampai taman atau sekitarnya menjadi rusak atau kotor. Sesuai dengan tupoksi saya, dalam kesempatan ini juga saya menghimbau agar seluruh warga selalu menjaga kebersihan dilingkungan masing-masing, apalagi sekarang lagi musim penyakit DBD,”. Kata Sakum

Ditempat yang sama, anggota DPRD provinsi Jawa Barat, Hasbullah,mengatakan, sangat mengapresiasi acara milad yang menggelar banyak budaya asli bekasi tersebut, bahkan dirinya berjanji akan mengusulkan ada panggung permanen budaya di kota Bekasi.

Hal senada di Amini oleh sekretaris bapenda kota Bekasi, Karya Sukmajaya yang juga hadir  dalam acara milad tritipan tersebut.

“Sebagai orang Bekasi tentunya saya sangat bangga dengan acara budaya seperti ini. Saya rasa acara seperti ini tidak hanya untuk melestarikan budaya saja, tetapi acara seperti ini juga sebagai wadah untuk menjalin silaturahim. Terkait wacana pak dewan provinsi yang ingin mendirikan panggung permanen budaya di kota Bekasi tentunya kami mendukung sekali, apalagi disini (Kota Bekasi,red) sudah memiliki gedung kesenian yang terletak di kecamatan Rawalumbu, jadi tinggal dilengkapi dan diperbaiki  saja sarana dan prasarananya,”. Tukas pria yang merupakan asli putera Jatiasih ini. (Dhit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.