oleh

Ustadz Mirza: Sambut Ramadhan Dengan Hati Lapang

PILARREPUBLIK.COM – Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan sering kita lihat dan kita dengar Kata ‘Marhaban Yaa Ramadhan’ dimana-mana, seperti dilembaga pendidikan, majlis taklim, perusahaan, instansi pemerintah, swasta menggelar acara tarhib Ramadhan dengan tema Marhaban Yaa Ramadhan,  lalu apa makna sesungguh marhaban Yaa Ramadhan?

Menurut Ustadz Mirza Wijaya, Marhaban yaa ramadhan secara umum biasanya diartikan selamat datang bulan ramadhan, namun selain itu ada makna yang lebih dalam dari sekedar selamat datang, berikut pemaparannya

Bulan ramadhan adalah bulan yang agung, maka sudah sewajarnya dalam upaya menyambut tamu agung (Ramadhan), dibutuhkan persiapan khusus, bahkan persiapan itu dari jauh-jauh hari sudah dipersiapkan dengan menggelar acara tarhib ramadhan.

“Tarhib atau Marhaban berasal dari kata Rohban yang mempunyai arti Padang yang luas. Saking luasnya, sejauh mata kita memandang hanya hamparan padang saja, Nah dari sini dapat kita simpulkan bahwa kata tarhib ramadhan atau marhaban Yaa ramadhan dapat kita artikan mempersiapkan diri dengan hati yang luas untuk menyambut bulan Ramadhan. Maksudnya kedatanganmu Yaa Ramadhan Kami terima dengan penuh keterbukaan, seisi rumah kami menyambutmu dengan dengan segala kelapangan,”.paparnya.

Sambung Ustadz Mirza

“Bulan Ramadhan adalah sebagai tujuan dalam sebuah perjalanan panjang. Untuk melakukan sebuah perjalanan panjang kita membutuhkan  persiapan matang yang maksimal. Nah,sedangkan untuk tarhib ramadhan bisa kita ibaratkan sebagai tempat rest area dalam sebuah perjalanan panjang tadi, dimana ditempat rest area tersebut kita manfaatkan untuk mengecek kembali apa saja yang dibutuhkan dalam perjalanan ini, sehingga perjalanan kita sampai ketujuan dengan maksimal.”. Jelasnya.

Ustadz Mirza yang juga merupakan guru tetap pengajian di Yayasan Kokoh ini juga menjelaskan, dibutuhkan hati yang luas maksudnya adalah hati harus bersih sehingga tidak ada ganjalan ketika melaksanakan ibadah puasa ramadhan, sehingga tujuan berpuasa dapat tercapai.

“Tujuan puasa Ramadhan sudah sangat jelas,agar kita bertaqwa. Taqwa sendiri terdiri dari huruf Ta atau Tawadhu (rendah hati), Qof atau Qona’ah (Menerima) dan Wa atau Waro (Menjaga wibawa),” Jelas, ustadz Mirza.

Ada dua syafaat pada bulan ramadhan yang dapat menolong, lanjutnya, kedua syafaat itu adalah, yang pertama tidak makan dan minum pada siang hari dan yang kedua mengurangi tidur malam dikarenakan .membaca Alquran dan qiyamul lail.

“Bulan Ramadhan suci dengan sendirinya. Bulan Ramadhan bulan yang sangat luar biasa, dibulan ramadhan Alquran diturunkan, dan di bulan ramadhan ada yang namanya malam Lailatul qodar,” Tukasnya. (dhit) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.