oleh

Melalui Program Sister School, Diharapkan Pendidikan Dan Kebudayaan Bekasi GO International

PILARREPUBLIK.COM – Kedatangan Guru asal Philipina melalui Program Sister School (pertukaran tenaga pendidik) antar Negara Asean, khususnya Philipina dan Indonesia melalui atase keduataannya di Jakarta sempat heboh dan bahkan berdampak negative karena berita yang dipelintir seolah Kota Bekasi mengimpor guru dari luar negeri. Padahal pada faktanya, kedatangan beberapa guru dari Manila (Ibukota Philipina) merupakan program pertukaran biasa dan itu sudah berlangsung sejak lama antar Negara-Negara Asean.

Kunjungan beberapa guru asal Manila tersebut merupakan kegiatan studi komparasi antar dua Negara, kebetulan Provinsi Jawa Barat, menunjuk Kota Bekasi sebagai lokasi tujuan kunjungan tersebut. Hal ini tentu saja merupakan sebuah kebanggan dan prestasi bagi Kota Bekasi, khususnya Dinas Pendidikan sebagai orientasi kunjungan tersebut. Lalu apa sebenarnya yang mereka lakukan di Kota Bekasi, dan apa tanggapan mereka setelah mengenal Kota Bekasi, ketika mereka tinggal hampir dua pekan disini.

para guru asal Philipina saat mengunjungi Imah Panggung Kranggan di Jatirangga didampingi dari Disdik Kota Bekasi

Kasi Dikdas Kota Bekasi, Siti Aisyah mengatakan, banyak hal yang dapat lakukan guru asal Manila di Kota Bekasi. Menurutnya, kedatangan para guru manila tersebut untuk berbagi informasi tentang pengajaran dan pembelajaran.

“Sehingga yang dilakukan pun berhubungan dengan pendidikan, misalnya cara mengajar, menggunakan metode pembelajaran, bahkan mereka juga memberikan pelatihan bahasa Inggris di lingkungan pegawai disdik”. Katanya.

Hal senada juga dikatakan pengawas pada dinas pendidikan, Usman Affandi, yang juga turut mendampingi para guru tersebut ketika melakukan praktikum pembelajaran dibeberapa sekolah tingkat sekolah dasar maupun tingkat SMP.

“Pada intinya mereka mengajar seperti layaknya guru-guru di Indonesia atau Kota Bekasi, cuma yang berbeda mereka menggunakan pengantar bahasa Inggris. Selebihnya hampir sama. Dan ini merupakan studi komparasi, perbandingan dan bertukar pengalaman”.ujar pria yang biasa disapa Kong Usman ini.

Ketika mengunjungi beberapa kegiatan kebudayaan seperti, Rumah Adat Kampung Kranggan dan Rumah Budaya Kampung Pedurenan, para guru yang berasal dari Manila tersebut didampingi oleh Maja Yusirwan yang juga seorang budayawan Bekasi. Ketika melakukan kunjungan budaya di Imah Panggung Kranggan yang disambut langsung oleh Tokoh Adat Kokolot Suta Tjamin serta Lurah Jatirangga Ahmad Apandi, nampak betapa kagum dan tercengang guru-guru dari Manila tersebut ketika disuguhi beberapa budaya khas Kampung Kranggan seperti Pencak Silat dan Gendang Penca. Begitu juga saat  mengunjungi ke Rumah Budaya Kampung Pedurenan, para guru dari Manila disuguhkan deskripsi serta kemegahan rumah adat masyarakat Bekasi yang masih terawat dengan baik. Bahkan dalam kesempatan tersebut, mereka dan semua yang hadir, termasuk beberapa guru dari SMPN 30 Bekasi ikut foto bersama.

Menurut pria yang akrab disapa Aki Maja, pada dasarnya mereka mengalami kesulitan dalam mengajar sama seperti halnya guru guru di Bekasi.

“Mereka menggunakan bahasa Inggris, sementara kemampuan guru dan siswa kita masih minim dalam penguasaan percakapan berbahasa Inggris, kalau nanti guru guru atau kepala sekolah dari Kota Bekasi akan melakukan kunjungan ke luar negeri, tentu harus diberikan pembekalan Cross Cultural Understanding dan penguasaan bahasa Inggris yang baik agar ketika berada di Negara asing tidak mengalami Shock Culture atau kekagetan budaya, karena budaya kita dan budaya Negara asing berbeda”, jelasnya.

Sementara itu, Lurah Jatirangga Ahmad Apandi, merasa bangga dengan kunjungan tamu asing ke kampung Kranggan, karena memang salah satu program pemerintah Kota Bekasi yang akan diwujudkan dalam waktu dekat ini adalah Kampung Kranggan Kelurahan Jatirangga sebagai Kelurahan Budaya Kota Bekasi.

“Dengan banyaknya kunjungan tamu-tamu asing ke Kampung Kranggan Kota Bekasi, ini akan mendongkrak popularitas kebudayaan lokal dikancah internasional,” Tukasnya. (dhit)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.