oleh

Tarian ‘Ngaron’ SMK Negeri 7 Kota Bekasi, juara Pertama FLS2N

Pilarrepublik.com – Satu lagi prestasi diraih oleh Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Kota Bekasi dalam mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa nasional (FLS2N).

Yang lebih membanggakan dan mengharumkan sekolah yang berlokasi di kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih tersebut, dalam mengikuti lomba tersebut, Siswa SMK Negeri 7 Kota Bekasi memperagakan tarian hasil karyanya sendiri dengan nama tarian ‘Ngaron’.

Ngaron sendiri dalam bahasa Betawi artinya memasak. Dipilihnya bahasa Ngaron, karena  gerakannya seperti orang sedang mengaron (memasak) nasi, hal ini bertujuan agar tidak melupakan cara memasak pada zaman dahulu. Kalau zaman dulu kan memasak nasi menggunakan kukusan dan juga tungku, nah saya berharap dengan adanya tarian ini kita semua tidak melupakan cara memasak dengan cara Ngaron,” Demikian dikatakan pengajar tarian yang  juga merupakan guru kesenian, Widya Farastiwi.

Penari ‘Ngaron’ Siswi SMK Negeri 7 Kota Bekasi, Nurfiyatun khasanah, Elsa Aprillia, Alvira Febrina, Nazwa Syifa Amalia, Salma Alifah Sarilawati

Lebih lanjut, Widya mengatakan, pada FLS2N tahun lalu, SMKN 7 hanya berhasil meraih juara kedua tingkat kota Bekasi, hingga belum dapat mewakili Kota Bekasi untuk tingkat Provinsi.

“FLS2N itu ajang tahunan, tahun lalu dengan tarian garapan ‘Borok sikutan’ kami berhasil menjadi juara kedua tingkat kota Bekasi. Alhamdulillah tahun ini dengan tarian garapan ‘Ngaron’ berhasil menjadi juara pertama dan akan mewakili kota Bekasi ditingkat Provinsi” Jelasnya.

Ia, juga menambahkan untuk menciptakan gerakan tari garapan Ngaron membutuhkan waktu cukup lama dan kerja keras tim.

“Karena dalam ajang FLS2N ini harus menampilkan tarian baru dan karya sendiri. Nah untuk menciptakan gerakan baru tarian tersebut harus ada kerjasama dan kerja keras tim. Alhamdulillah mereka semua (tim,red) sudah memiliki basic tari sehingga dapat menciptakan gerakan secara apik. Apalagi mereka selain ikut ekskul di sekolah juga aktif disanggar tari,”Ujar Widya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 7 Kota Bekasi, Lusharyany mengatakan, untuk menjaga kebudayaan daerah seperti kesenian tari, dirinya memfasilitasi yang dibutuhkan ekskul tari yang ada disekolah yang dipimpinnya.

“Agar budaya tetap eksis dan tidak tergerus zaman, saya rasa harus ada perhatian khusus seperti memberikan fasilitas. Apalagi seni tari disekolah ini cukup banyak prestasi yang diraih, jadi sudah suatu keharusan kita dukung dengan fasilitas yang dibutuhkan,”. Kata perempuan yang biasa disapa Lusi ini.

Hal senada juga dikata oleh wakil kepala sekolah bidang Hubin, Bae Budiman, dirinya mengatakan akan selalu mensupport kegiatan yang berhubungan dengan seni dan budaya asli daerah.

“Saya sangat bangga dengan siswa yang masih peduli dengan kesenian daerah. Menjaga seni budaya asli daerah harus dimulai sejak dini.  Kalau bukan siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi,” Pungkasnya.

Inilah Siswi SMK Negri 7 penari ‘Ngaron’ yang berhasil menjadi juara pertama tingkat kota Bekasi

  1. Nurfiyatun khasanah       ( Xl AK 1 )
  2. Elsa Aprillia                      ( XI AK 1 )
  3. Alvira Febrina                  (XI AK 2 )
  4. Nazwa Syifa Amalia         (X TAV 3 )
  5. Salma Alifah Sarilawati    (X TAV 3 )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.