oleh

Acara Puncak ‘BERBAHASA’ Universitas Mercu Buana Untuk Ponpes Al-Qomariah Bekasi

Pilarrepublik.com  – Universitas Mercu Buana Bekasi melalui program Kuliah Peduli Negeri ini memberikan program Bina Karakter, Bina Kreatif dan Bina Sehat kepada para santri pondok pesantren Al-Qomariah. Kegiatan ini pun berlangsung tidak hanya di pondok pesantren Al-Qomariah saja tetapi di juga di pondok pesantren Miftahul Huda. Program ini memiliki tema BERBAHASA yang berarti Bersama Bahagiakan Hati Sesama yang mana menjadi tujuan mahasiswa Public Relations Universitas Mercu Buana Bekasi untuk para santri.

Kegiatan ini sudah berlangsung selama empat bulan dengan empat kali pertemuan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Pada pertemuan pertama para mahasiswa melakukan Bina Karakter untuk para santri yaitu bagaimana para santri dituntut agar memiliki rasa percaya diri untuk tampil didepan umum seperti Public Speaking. Untuk pertemuan kedua, para mahsiswa mengadakan Bina Kreatif. Selain untuk mengedukasi para santri untuk berkreasi, mereka juga diajarkan membuat hidroponik sederhana menggunakan botol plastik bekas. Diharapkan juga para santri mulai sadar untuk mendaur ulang sampah plastik yang ada disekitar pondok pesantren. Pada pertemuan ketiga, yaitu Bina Sehat, para santri diajarkan untuk lebih menjaga kebersihan diri dan juga kebersihan disekitar pondok pesantren tempat mereka tinggal.

Acara puncak ‘BERBAHASA’ Universitas Mercu Buana sebagai acara penutup dari segala rangkaian kegiatan mahasiswa Public Relations Universitas Mercu Buana, diadakan hari Sabtu 13 Juli 2019. Bertempat di Pondok Pesantren Al-Qomariah, acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari pemilik Ponpes Al-Qomariah, Bapak Musfiq.

Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa “para santri mengalami beberapa perubahan, Mereka menjadi lebih berani untuk tampil, lebih percaya diri, lebih rajin dan bersemangat”. Hal itu merupakan suatu perubahan menuju pribadi yang lebih baik lagi.

Lalu, Acara dilanjutkan dengan pemutaran video yang telah disiapkan oleh mahasiswa Public Relations Mercu Buana. Video ini menampilkan bagaimana para santri terkesan masih menutup diri dan malu untuk berinteraksi dengan para mahasiswa. Namun lambat laun, mereka menjadi lebih terbuka dan tidak sungkan untuk berinteraksi dengan para mahasiswa. Dan mereka juga tidak takut lagi untuk menyampaikan pendapat mereka.

 

Selanjutnya penampilan dari grup angklung oleh santri perempuan Ponpes Al-Qomariah. Mereka membawakan 6 lagu, yaitu Gundul-Gundul Pacul, Suwe Ora Jamu, Gambang Suling, Bunda, Manuk Dadali dan Apuse.

Kini para santri tidak terlihat gugup lagi ketika mereka maju membawakan 6 lagu sambil memainkan angklung. Mereka juga lebih ekspresif ketika membawakan keenam lagu tersebut.

 

Tidak mau kalah, santri putra pun ikut menampilkan sebuah pertunjukkan. Yaitu hadroh, yang merupakan kesenian rebana yang mengakar pada kebudayaan islam yang sering disebut sebagai kegiatan syiar lewat syair. Lantunan indah suara dari rebana dan indahnya shalawat yang dilantukan para santri putra menambah semangat baik untuk santri perempuan maupun panitia yang merupakan mahasiswa Public Relations Mercu Buana.

Setelah para santri selesai memberikan pertunjukkan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dosen Pengampu mata kuliah Peduli Negeri, Dr. Santa Lorita Simamora. Para santri diberikan wejangan-wejangan agar mereka tidak salah mengambil langkah ketika mereka dewasa kelak. Selain itu, Ibu Santa juga berpesan agar para santri tidak melupakan materi-materi apa saja yang diberikan oleh para mahasiswa Public Relations Mercu Buana. Yang tentu saja akan bermanfaat dikemudian hari.

Acarapun kembali dilanjutkan dengan sebuah pertunjukkan kolaborasi antara salah satu mahasiswa Public Relations Mercu Buana, yaitu Ikhsan Ali dengan beberapa santri Al-Qomariah. Kolaborasi ini merupakan kolaborasi yang cukup tidak biasa, antara pemain saxophone dengan hadroh. Pertunjukkan dimulai dengan alunan merdu dari saxophone yang dibawakan oleh Ikhsan. Dan diikuti dengan alunan hadroh dan suara merdu para santri wanita. Mereka membawakan Shalawat dan Tombo Ati sebagai penutup dan diiringi dengan tepuk tangan dari para santri dan panitia.

Acara hampir selesai, namun para mahasiswa UMB ini masih memiliki 1 segmen yang paling ditunggu oleh para santri. Yaitu, pembagian hadiah. Hadiah ini diberikan kepada santri yang paling aktif sedari pertemuan pertama hingga penutupan, santri yang berani untuk tampil didepan santri lain, hadiah untuk kamar yang paling bersih dan untuk santri yang memberikan kesan dan pesan untuk para mahasiswa UMB.

Sebelum acara berakhir, ada satu penampilan terakhir dari seorang santri perempuan bernama Riri. Awalnya para mahasiswa tidak menyangka bahwa Riri akan mengucurkan air mata. Bahkan ia sempat terhenti sejenak. Namun, nyanyiannya dilanjutkan oleh teman-temannya.

Acarapun ditutup dengan permohonan maaf dari Rony F, mewakili seluruh panitia Kuliah Peduli Negeri. Dan tidak lupa, pembagian souvenir untuk para santri yang telah mengikuti acara dengan antusias sejak Bina Karakter.

Para santri pun tidak dapat menyembunyikan rasa senang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua mahasiswa UMB yang hadir hari itu.

Mereka pun tidak lupa bersalaman dan mengucapkan terima kasih berkali-kali dan berkata “jangan lupa sama kita ya kak”.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.