oleh

Haji Ismail: Pembeli Hewan Qurban Meningkat 25 Persen

Pilarrepublik.com – Kurang satu pekan menjelang idul adha 1440 H,  para penjual hewan qurban kebanjiran pesanan hewan qurban seperti sapi dan kambing. Dari pantauan Pilarrepublik.com ke beberapa penjual hewan qurban, harganya pun sangat bervariasi mulai dari harga kambing perekor kisaran Rp 2 juta sampai Rp3,5 juta, sementara sapi berasal dari Bali dihargai mulai dari Rp 14 juta hingga harga tertinggi yakni mencapai Rp 30 juta.

Seperti ditempat penjualan hewan Qurban khusus sapi dijatiluhur, kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi yang juga mengalami peningkatan penjualan cukup signifikan. Pemilik Jual hewan qurban ‘Dolly’, Haji Ismail mengaku, pembeli hewan qurban tahun ini mengalami peningkatan sekitar 25 persen.

“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu ada peningkatan pembeli sekitar 25 persen. Tahun lalu H-4 Idul adha kami menjual sekitar 250 sampai 260 ekor sapi, tapi ditahun ini, Alhamdulillah sudah terjual hampir 300 ekor,” jelas Haji Ismail

Haji Ismail juga mengatakan bahwa puncak pembelian biasanya akan terjadi pada H-2 Idul adha,

Hewan Qurban jenis sapimerupakan hewan qurban lokal yang paling banyak dicarioleh calon pembeli yang akan berkurban pada hari rayaidul adha

“Biasanya puncak pembeli itu H-2 idul adha, tetapi baru H-4 saja stock kami hanya tinggal tiga ekor. Memang terlihat sapi masih banyak, tetapi ini sudah pesanan semua,” ujarnya.

Lebih lanjut pria berbadan jangkung ini mengatakan, untuk mempertahankan pelanggannya agar tidak berpindah ketempat lain, harus menjaga kualitas dan pelayanan yang baik. Menurutnya, kalau pelayanannya baik dan hewannya juga berkualitas, akan dicari konsumen.

“Alhamdulillah setiap tahun sapi yang kami jual selalu habis, setiap tahun ada saja pelanggan baru. Kalau berjualan sih yang terpenting jujur dan yang kita jual kualitasnya baik. Kalau kita menjaga kuliatas, Insya Allah pelanggan lama tidak pindah dan akan bertambah pelanggan baru. Pelayanan yang baik akan menjadi iklan berjalan, iklan yang baik itu iklan melalui mulut konsumen,”ujarnya pria yang akrab disapa Haji Ucok ini.

Dalam hal menjaga kualitas sapi yang dijualnya,Haji Ucok mengatakan tidak mau menjual sapi yang tidak melalui proses pengecekan dari dinas terkait dan instansi lainnya.

“Semua sapi harus melalui proses pengecekan yang dilakukan dinas peternakan dan instansi terkait lainnya, kalau sudah ada sertifikat atau surat keterangan bahwa sapi itu sehat dan layak untuk dijual sebagai hewan qurban baru kita jual. Alhamdulillah sapi yang kami jual sudah ada surat keterangannya semua,” Pungkasnya. (dhit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.