oleh

Kelurahan Jatirangga Peringkat 1 Pendapatan PBB Se Kecamatan

Pilarrepublik.com – Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi  telah berhasil meraih peringkat satu dalam perolehan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sekecamatan Jatisampurna dan peringkat 13 pada tingkat kota. Meskipun belum masuk 10 besar pada tingkat kota, namun dilihat dari tahun 2018 lalu yang menduduki peringkat 55, pencapaian tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan.

“Alhamdulillah pencapaian PBB tahun  ini sudah berada diangka 60 persen. , posisi kelurahan kami saat ini berada diperingkat pertama dari lima kelurahan dikecamatan dan peringkat ke 13 dari 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi,”. Demikian dikatakan lurah Jatirangga, Ahmad Apandi.

Lerbih lanjut, lurah termuda yang biasa disapa Apandi ini mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan PBB, semua yang berhubungan dengan pelayanan harus ada bukti lunas PBB dan juga melakukan opsir atau pengetiman dan juga dengan cara jemput bola, dan berapapun hasil pendapatannya langsung dibayarkan ke Bank yang telah ditentukan atau melalui aplikasi, pada hari yang sama.

“Guna meningkatkan PBB, Semua pelayanan yang bersifat administrasi harus disertai bukti pelunasan PBB. Yang kedua dengan cara jemput bola seperti pengetiman ataupun opsir. Kami juga langsung menyetorkan atau membayar melalui Bank ataupun aplikasi yang tersedia. Jadi masyarakat juga seneng kalau hari ini mereka membayar PBB, besoknya sudah kita berikan tanda lunasnya. Intinya kita adakan pendekatan dengan berkomunikasi dan  memberikan penjelasan ke masyarakat terkait pentingnya membayar pajak,”. ujarnya.

Untuk diketahui, pada tahun ini sendiri, Kelurahan Jatirangga ditarget PBB sebesar Rp 1,8 miliar. Meskipun saat ini baru terealisasi baru sekitar 60 persen, namun, Apandi yakin akan dapat tercapai 100 persen dengan masih adanya waktu beberapa bulan kedepan.

“Target kami dibulan september sudah terealisasi100 persen, karena jatuh tempo PBB itu memang bulan september, kami berikan penjelasan ke masyarakan kalau membayar lewat bulan september akan terkena denda, daripada terkena denda lebih baik dibayar sebelum jatuh tempo,” Pungkasnya. (Dhit)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.