oleh

Lebaran Betawi Pondok Melati, Sodikin: Pemkot Harus Memberikan Anggaran

Pilarrepublik.com – Lebaran Betawi ke 4 yang digelar dihalam masjid Al Jauhar Yayasan Fisabilillah (Yasfi) mendapat perhatian dari anggota DPRD Kota Bekasi dari fraksi Demokrat, Sodikin.

Dalam dialog bersama para budayawan dan beberapa anggota DPRD, Heri Purnoma dan Janet(PDIP), wakil walikota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan sudah akrab sekali dengan kebudayaan betawi sejak masih kecil, bahkan dirinya juga mengaku lahir dan dibesarkan di daerah karet kuningan Jakarta Selatan.

“Kalau budaya Betawi bukan hal yang asing buat saya, dari usia anak-anak saja saya sudah tinggal dilingkungan Betawi. Bukan saja budayanya, kulinernya saja saya tahu sekali, bahkan saya di khitan saja karena saya kejengkolan (sakit yang disebabkan makan jengkol,red). Padahal orang jawa itu jarang sekali yang doyan jengkol, bahkan sebagian ada yang tidak memperbolehkannya, Nah karena saya memang tinggal dilingkungan orang-orang betawi yang hobi makan jengkol akhirnya saya juga menyukainya,” Kata Tri, berkisah sambil tertawa.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Kota Bekasi, Sodikin meminta pemerintah Kota Bekasi agar lebih mendukung dan mensupport kegiatan rutin lebaran Betawi Pondok melati dengan cara memberikan anggaran lewat APBD. Bukan hanya lebaran Betawi saja, menurutnya di Pondok Melati harus dibangun sebuah monumen persaudaraan.

“Lebaran Betawi seperti ini harus mendapat support dari pemerintah, termasuk support anggarannya, apalagi di Pondok Melati, khsusus kampung Sawah sudah sangat dikenal tingkat Nasinal bahkan international terkait toleransi umat beragama. Disini rumah ibadah seperti masjid dan gereja berdampingan tetapi orang-orangnya saling hidup rukun. Mumpung disini ada pak wakil walikota, saya meminta agar untuk lebaran Betawi berikutnya sudah dapat dianggarkan sehingga panitia tidak lagi mencari dana untuk kegiatan yang sangat baik ini,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, wakil walikota Bekasi, Tri Adhiato juga diberikan buku si Ilok karya Bang Sarin Sarmada. Sarin yang biasa disapa Si Ilok berharap bukunya dapat dibuatkan film.

“Buku ini saya bikin khusus buat bapak wakil, semoga buku ini nantinya bisa dibuatkan filmnya,” Katanya. (dhit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.