oleh

Langka Dipasaran, Puskesmas Karang Kitri Bikin Hand Sanitizer Mandiri

Pilarrepublik.com, (Bekasi) – Pusat Kesehata Masyarakat (Puskesmas) Karang Kitri Bekasi Timur membuat hand sanitizer mandiri di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Pembuatan secara mandiri dilakukan lantaran hand sanitizer mulai langka di pasaran.

Kepala Puskesmas Karang Kitri, Hermalia mengatakan, pembuatan hand sanitizer mandiri diinisiasi tenaga apoteker dan sanitarian Puskesmas Karang Kitri.

Hand sanitizer mandiri tersebut, digunakan di lingkungan Puskesmas Karang Kitri untuk pasien yang datang ke Puskesmas, tenaga medis hingga non medis.

Kenapa kami menginisiasi membuat hand sanitizer karena memang saat ini barang tersebut langka. Nah kebetulan kami punya sumber daya yang punya kemampuan membuatnya. Jadi kenapa tidak kita buat untuk kebutuhan kami di Puskesmas,” kata dia.

Pembuatan hand sanitizer sendiri menggunakan sejumlah bahan baku diantaranya, alkohol 70 persen sebanyak 945 ml, H202 40 ml, lidah buaya 40 ml dan esensial oil secukupnya.

“Bahan baku yang ada kemudian diaduk agar homogen selanjutnya didiamkan selama tiga hari,” jelasnya.

Hermalia mengatakan, masyarakat juga bisa mencoba membuat hand sanitizer secara mandiri dengan perbandingan bahan-bahan sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan.

“Masyarakat bisa mencoba membuatnya secara mandiri asal sesuai dengan ketentuan dari mulai bahan hingga takaranya. Begitu pula dengan kebutuhan desinfektan bisa dibuat mandiri untuk kebutuhan rumah atau tempat ibadah,” terangnya.

Untuk mencegah penyebaran wabah virus corona, pihak Puskesmas Karang Kitri tidak hanya membuat hand sanitizer mandiri saja. Puskesmas Karang Kitri juga mulai menerapkan Social Distancing di lingkungan Puskesmas.

“Tempat duduk pasien yang menunggu antrian sengaja kita kasih jarak dengan memasang tanda di setiap tempat duduk yang ada. Ini bagian upaya kami mencegah penyebaran Covid-19,” kata dia.

Disamping itu, pihak Puskesmas juga terus mengedukasi warga untuk mengurangi aktifitas di luar rumah guna meminimalisir penyebaran virus corona.

“Kami terus mengedukasi warga untuk tidak abai terhadap corona. Salah satunya dengan menerapkan social distancing di lingkungan Puskesmas dan mensosialisasikan kepada warga agar berdiam diri di rumah guna mencegah penyebaran covid-19. Mudah-mudahan upaya ini bisa berjalan efektif,” pungkasnya.(**)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.