oleh

Pantau Masyarakat, Puskesmas Se Kota Bekasi Siaga 24 Jam

Pilarrepublik.com. (BEKASI) – Pemkot Bekasi meminta kepada seluruh rumah sakit swasta yang berada di Kota Bekasi agar merujuk semua pasien yang terindikasi corona kerumah sakit rujukan milik Kota Bekasi.

Kabag Humas Setda Kota Bekasi, Sajekti Rubiah mengatakan kebijakan itu mulai diberlakukan seiring melonjaknya warga Kota Bekasi yang terindikasi tertular Covid-19 dan untuk memastikan kesehatan warganya bisa terlayani baik oleh pemerintah.

“Dilarang dirujuk keluar kota, wajib di RSUD Kota Bekasi. Pasien Covid-19 tidak diperbolehkan untuk keluar Bekasi, karena fasilitas kami sudah cukup mumpuni,” ucapnya.

Lanjutnya, apabila daya tampung ruang isolasi di seluruh rumah sakit penuh, maka akan dipersiapkan di Islamic Center dan Stadion Patriot Candrabhaga sebagai lokasi tempat penampungan pasien covid-19.

“Di Kota Bekasi ada 40 dokter dirumah sakit swasta yang bisa menangani pasien covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Sajekti, semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berjumlah 42 Puskesmas disiagakan selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang berada di 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan dalam penanganan kesehatan masyarakat. Untuk itu, masyarakat Bekasi diminta agar tidak berobat keluar dari Kota Bekasi.

Sementara jika ditemukan ada laporan warga dengan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) agar Tim Puskesmas langsung melakukan komfirmasi dengan melakukan format PE (Penyelidikan Epidemologi) dan jika benar segera menindaklanjutinya.

Tindaklanjut sesuai dengan SOP atau protokol penanganan covid-19 dengan menggunakan ambulance ke RSUD Kota Bekasi sebagai rumah sakit utama rujukan di Kota Bekasi.

“Semua Puskesmas akan berlaku selama 24 jam penuh di Kota Bekasi untuk memantau kesehatan masyarakat,” pungkasnya.(AL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.