oleh

Menjaga Tradisi, Karya Sukmajaya Rutin Gelar Sedekahan Idul Adha

Pilarrepublik.com (Bekasi) – Seluruh Umat Islam didunia akan segera merayakan hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah atau bertepatan dengan 31 Juli 2020 Masehi. Idul Adha atau lebaran haji merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu, terutama bagi umat Islam. Diawali dengan salat Idul Adha, selanjutnya umat muslim beramai-ramai melaksanakan penyembelihan hewan-hewan kurban.

Di berbagai daerah di Indonesia banyak sekali tradisi dalam menyambut hari raya idul adha seperti, apitan di Semarang, manten sapi di Pasuruan, mape kasur di Banyuwangi, Kaul Negeri dan Abda’u, Maluku Tengah,Toron, Madura, Meugang, Aceh dan masih banyak lagi, tidak terkecuali di Bekasi yang juga ada tradisi menyambut hari raya idul adha dengan sebutan Sedekahan.

“Tradisi Sedekahan seperti sudah dilakukan sejak dahulu dilakukan oleh orangtua-orangtua kita dalam rangka menyambut hari raya, seperti hari raya idul fitri ataupun hari raya idul adha seperti sekarang,” Kata Karya Sukmajaya,saat ditemui dikediamannya yang sedang melaksanakan tardisi sedakahan (Kamis, 30/07/2020)

lebih lanjut, pria yang akrab disapa Karya ini menjelaskan, tujuan dari diadakannya sedekahan ini adalah selain bersilaturahmi, juga dalam rangka mendoakan orang-orang  yang telah meninggal dunia. Tradisi ini dilaksanakan malam takbiran idul adha sehabis sholat isya

“Saya rasa tradisi sedekahan ini sangat baik, besok pagi kita bersama-sama melaksanakan sholat idul adha, malam ini kita berkumpul dengan para tetangga dan sodara untuk untuk berdoa bersama untuk kebaikan kita semua juga mendoakan orangtua kita yang telah meninggal,”jelas, Karya.

Diakui Karya, tradisi sedakahan idul adha sudah banyak yang meninggalkan dengan berbagai macam alasan.

“Dulu waktu saya masih kecil, dikampung pedurenan ini  kalau besoknya hari raya idul fitri ataupun idul adha, malam harinya hampir semua rumah mengadakan sedekahan seperti ini, kita berpindah-pindah dari rumah satu kerumah yang lain. Kalau sekarang sudah mulai jarang yang mengadakan sedekahan,” Katanya.

Karena ini merupakan tradisi, lanjut karya, dirinya akan tetap melakukan dan menjaga tradisi sedekahan  yang sudah sudah dilakukan turun temurun agar tidak hilang.

“ Karena merupakan  tradisi, jadi sebisa mungkin saya akan tetap menjaga tradisi ini agar tidak hilang,” Pungkasnya. (dhit)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.