oleh

Koasi Gelar Lebaran Betawi 2020

Pilarrepublik.com (Bekasi) – Ditengah pandemi covid 19 yang masih menghantui rupanya tidak menyurutkan Komunitas Orang Bekasi (KOASI) untuk menggelar acara lebaran betawi yang memang rutin digelar setiap tahun.

Acara yang digelar di gedung olahraga (GOR) Yasfi berjalan cukup meriah meskipun serba keterbatasan yang sebabkan masih ditengah pandemi. Hadir dalam acara tersebut, kepala dinas pariwisata dan budaya, sekretaris kecamatan Pondok melati, lurah Jatimelati, Kapolsek Pondokgede, perwakilan dari koramil serta para tokoh masyarakat dan juga abang mpok kota Bekasi

Dari pantauan pilarrepublik.com, acara lebaran Betawi yang diadakan Koasi sangat sesuai dengan protokol kesehatan, ini terlihat dengan disediakannya tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengecekan suhu, menjaga jarak, menggunakan masker dan physical distancing.

“Meskipun kita berada pada situasi pandemi covid 19 bukan berarti ekpresi berkesenian dan berkebudayaan terhenti. Tentu saja dengan segala keterbatasan semua bisa disiasati. Seperti Lebaran Betawi kali ini, protokol kesehatan yang super ketat, bermasker, jaga jarak yang mengarah pada Adaptasi Kebiasaan Baru. Para seniman, pegiat seni bisa terus bereskpresi, selain tampil secara langsung, juga secara virtual. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar dan sukses,”. Demikian dikatakan sutradara lebaran betawi, Majayus Irone (Sabtu, 12/09/2020).

Lebih lanjut pria yang biasa disapa Aki Maja ini mengungkapkan kebahagiannya yang masih dapat melaksanakan tradisi lebaran betawi meskipun lebih sederhana jika dibandingkan dengan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Bekasi yang telah mengizinkan dan mensupport acara lebaran Betawi ditengah pandemi

“Saya sebagai Sutradara kegiatan lebaran Betawi tentunya sangat bangga dengan kinerja tim panitia yang begitu kompak sehingga lebaran Betawi ini berjalan sesuai rencana. Buat para tokoh masyarakat, tokoh agama, pemkot, budayawan serta kepolisian dan TNI saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga yang telah mensupport acara ini. Semoga tahun depan sudah tidak ada lagi pandemi sehingga acaranya lebih meriah dan dapat dihadiri oleh masyarakat luas,” Harapnya.

Sementara itu, sekcam Pondok Melati, Naris Namar mengatakan, sangat mengapresiasi kepada Koasi yang telah menggelar acara lebaran betawi dengan mengikuti sesuai dengan protokol kesehatan. Menurutnya, komunitas yang peduli dengan budaya harus ada disetiap daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dengan apa yang dilakukan komunitas orang Bekasi (Koasi,red) yang telah mempertahankan nilai-nilai budaya,” katanya.

Namar juga mengatakan, lebaran Betawi yang digelar ditengah masa pandemi, panitia telah melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Sebelum lebaran Betawi ini diadakan, kami bersama panitia dan tiga pilar terus berkordinasi terkait pelaksanaan lebaran betawi ditengah pandemi. Meskipun tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya yang sampai dihadiri ribuan pengunjung, lebaran betawi tahun ini juga cukup meriah ditengah keterbatasan,” ucap Namar.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Kota Bekasi, Janet Aprilia Stanzah mengatakan, tradisi budaya seperti lebaran Betawi perlu didukung dan dilestarikan. Pasalnya selain menjaga budaya, lebaran Betawi juga dapat menjadikan masyarakat kearah yang lebih positif.

“Budaya seperti lebaran Betawi harus selalu kita support. Apalagi tema yang diangkat kali ini tentang Jawara Mengaji, berarti bicara tentang agama dan ahlak, karena seberapa pintarnya dan hebat manusia, kalau tanpa ahlak yang baik maka tidak akan berguna. Tidak hanya itu saja, bahkan biasanya orang yang cinta dengan budaya seperti ini juga akan berdampak pada hal yang positif sehingga jauh dari perbuatan negatif seperti narkoba dan lain sebagainya,” katanya.

Lebih lanjut, perempuan yang duduk di komisi IVĀ  DPRD Kota Bekasi yang akrab disapa Janet berjanji akan mengusulkan ke pemerintah kota Bekasi agar anggaran untuk budaya diperbesar. Ia berpendapat jika jika disebuah daerah budayanya terjaga dengan baik maka daerah itu akan dapatĀ  menarik perhatian orang dan dijadikan sebagai sebuah tempat wisata.

“Kami di komisi IV sudah menyampaikan ke pemkot dalam hal ini ke disparbud agar anggaran untuk budaya seperti lebaran budaya ditambah lagi. Karena Kalau budaya lokal terawat dengan baik, maka ini dapat menarik wisata lokal atau bahkan mancanegara untuk berkunjungi kesini,” Pungkasnya. (Dhit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.