oleh

Yuk, Kulineran di Luwengebul

Pilarrepublik.com, (Bekasi) – Setiap negara punya varian ayam goreng khas. Di Korea Selatan, ayam goreng tepung ditambahkan siraman saus khas yang membuat rasanya semakin kaya.

Ayam goreng ala Korea Selatan disebut juga Yangyeom Chicken. Namun seiring perkembangannya, makanan ini yang sering hadir di drama korea, khususnya saat momen tokoh drama berkumpul bersama teman-teman, sekarang makanan khas korea ini lebih dikenal dengan nama ayam drakor (drama Korea,red).

Bagi kalian para penikmat masakan ayam drakor, atau buat kalian yang belum pernah merasakan nikmatnya ayam drakor, yuk, kunjungi warung luwengebul yang berlokasi dibilangan jalan raya cikunir, gang haji Nipan, Kampung Jaha kelurahan Jatimekar, Jatiasih Kota Bekasi.

Buat para pencinta kuliner, warung Luwengebul bisa menjadi salah satu pilihan, karena selain menyediakan ayam drakor spicy yang berasal dari negeri ginseng, juga tersedia menu-menu makanan yang dapat memanjakan lidah seperti, chiken saus keju, chiken saus BBQ, chiken saus papper, pizza, burger dan spaghetti panggang.

Untuk minumannya, tersedia minuman ximeru dengan beberapa varian, seperti, thai tea, lemon tea, red velvet, coffee caramel,tiramissu dan teh poci, lagi-lagi dengan harga yang ekonomis yaitu mulai dari tujuh ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah.

Salah satu owner warung luwengebul, Ida Bekti, mengatakan, meskipun menu makanan yang disediakan merupakan khas dari negara luar, namun harga yang dibandrol diwarungnya cukup terjangkau alias cukup murah.

“Semua harga diwarung kami, kisarannya mulai dari sepuluh ribu rupiah sampai lima belas ribu,”katanya.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Vivi juga mengatakan, meskipun harga yang disediakan tidak menguras kantong, namun dirinya tetap memperhatikan bahan baku makanan yang berkualitas.

Hal yang sama pun dikatakan owner lainnya, Nurma. Menurutnya makanan yang dijualnya harus higienis dan memakai bahan yang masih fresh, begitu juga dengan pengolahannya.

“Insya Allah selalu memakai bahan-bahanĀ  yang masih segar. Semua bahan bakunya kami tetap mengambil yang berkualitas, kami tetap menjaga kualitas, baik dari segi kesehatannya maupun kehalalannya,” ucap Nurma.

Ditempat yang sama, Qais, mengatakan, warung luwengebul buka setiap hari mulai dari jam 09.00 sampai jam 20.00, khusus untuk pengunjung yang mau makan ditempat, untuk saat ini disesuai dengan peraturan dari pemerintah dimasa PPKM, yakni cuma sampai jam 19.00.

“Untuk sementara warung luwengebul buka mulai dari jam sembilan pagi sampai jam delapan malam, tetapi kalau untuk makan disini, kami hanya melayani sampai jam tujuh malam saja,” ujarnya.

Lanjut Kais, “Oh iya, selain melayani makan ditempat, warung luwengebul juga menerima pesanan lho. Dan juga bisa order via Gofood danĀ  Grabfood. Ayo buruan para pemburu kuliner kunjungi warung luwengebul biar bisa cerita kelezatan menu yang ada di warung kami,” pungkasnya. (Dhit)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.